Inilah Macam-macam Cidera Otot yang Sering Terjadi Saat Olahraga

Macam-macam Cidera Otot Ketika berolahraga seringnya kita mengalami cidera otot, baik di otot pergelangan tangan, jari tangan, lengan, pergelangan kaki, lutut dan bagian otot lain.

Bila sedang terkena cidera otot, biasanya seorang pemain akan memegang bagian cideranya tanda dia merasa kesakitan dan tidak dapat bergerak.

Ada beberapa macam cidera otot yang sering terjadi terhadap para pemain olahraga. Berikut ulasan lengkapnya:

1. Hamstring

Jika kita sedang menonton pertandingan olahraga, kemudian kita melihat sang pemain tiba-tiba memegang bagian belakangnya dan larinya berubah menjadi pincang, biasanya dia terkena cidera otot hamstring.

Hamstring sendiri ada empat jenis yaitu semitendinous, semimebranosus, biceps femoris caput lognum, dancaput breve.

Hamstring disebabkan karena salah satu otot dalam organ tubuh mengalami strain. Ketegangan otot dalam kasus hamstring ada yang ringan sampai pada kasus yang parah yaitu putusnya otot.

Ketika mengalami hamstring parah, biasanya penderita akan mendengar bunyi ‘tuk’ bila salah satu otonya putus.

Cidera hamstring terjadi bila otot tersebut tiba-tiba harus melakukan gerakan eksplosif secara tiba-tiba, seperti ketika lari sprint.

Atau bisa juga disebabkan ketika otot yang sudah capek dan butuh untuk diistirahatkan namun dipaksa bekerja lagi.

Ketika sedang bekerja, otot akan selalu berkontrakdiksi yang menyebabkan kadar asam sangat tinggi. Sehingga jika seseorang melakukan gerakan eksplosif dan mendadak, otot tersebut akan kaget dan tidak siap menerima tekanan.

Bila seseorang mengalami hamstring ringan (tingkat 1), ia musti istirahat dan tidak bermain setidaknya selama 2 pekan.

Jika terkena hamstring tingkat 2 ia harus istirahat selama 3-4 minggu. Dan jika mengalami hamstring tingkat 3 (putus) ia harus istirahat sekurang-kurangnya 6-8 minggu.

Waktu istirahat bagi penderita hamstring harus ditaati sesuai dengan tingkat hamstring yang ia alami.

Karena otot yang terkena hamstring harus diitirahatkan dan dilakukan penyembuhan, bila penyembuhannya tidak utuh dan sempurna maka dapat menyebabkan sakit lanjutan bahkan kronis.

2. ACL (Anterior Cruciate Ligament)

Cidera ini tergolong menakutkan bagi seorang atlet olahraga. Pasalnya jika seseorang terkena cidera ACL, pada kasus yang parah akan mengakibatkan ia harus pensiun dari dunia olahraga dan karirnya sebagai seorang atlet tentu saja berakhir.

Fungsi dari ACL adalah menyetop perputaran kaki dan lutut. Cidera ACL bisa terjadi saat badan berputar atau jatuh, paha atas berputar ke dalam dan kaki bawah terputar ke luar.

Bila kondisinya parah, salah satu ujung ACL akan melekat di meniscus. Kemudian ACL akan mengalami over stretch, meregang secara berlebihan dan menarik meniscus sampai lepas dari lutut kaki.

Dalam kasus yang lebih parah lagi, pemain tersebut terkena cidera ganda (ACL dan meniscus).

Jika seseorang terkena cidera ACL baik ringan atau yang parah yaitu cidera ganda, tingkat pemulihannya akan memakan waktu yang sangat lama.

Ia harus beristirahat penuh setelah melakukan operasi. Masa pemulihannya bisa mencapai selama 9 bulan.

Namun pada bulan keenam, penderita sudah dibolehkan berlatih dengan latihan yang ringan, dan harus dipastikan otot tidak bekerja terlalu berat.

Setelah masa pemulihan selama 9 bulan, penderita baru boleh bermain lagi di lapangan. Hal ini juga tergantung dari fisik pemainnya, jika sudah memungkinkan baru boleh bermain lagi.

3. Meniscus

Meniscus adalah tulang putih yang membantu menstabilkan lutut ketika menekuk, sehingga tidak ada pergerakan ke arah samping.

Cidera meniscus tergolong cidera yang parah dan cukup serius. Cidera meniscus ada hubungannya dengan cidera ACL yang sudah kita ulas diatas.

Cidera ini bisa terjadi karena ACL yang tertarik sangat keras. Bagi penderita cidera meniscus, dibutuhkan waktu 3-6 bulan untuk masa pemulihan.

4. Muscle Strain

Muscle Strain termasuk cidera yang ringan, namun bila dibiarkan akan berdampak buruk dan menjadi kronis. Otot yang biasa mengalami muscle strain adalah otot betis dan paha.

5. Pattela Tendonitis

Cidera ini sering terjadi setelah pemain berlatih di lapangan yang keras. Salah satu penyebabnya adalah ketidak seimbangan antara otot quadriceps.

Demikian macam-macam cidera otot yang sering dialami olahragawan. Semoga bermanfaat.

Leave a Comment