Menikmati Eksotisme Pesona Wisata Tana Toraja yang Menakjubkan

Pesona Wisata Tana Toraja Ketika Anda sedang merencanakan suatu perjalanan liburan, tak ada salahnya bila Anda merencanakan pergi ke wisata Tana Toraja yang berada di kawasan provinsi Sulawesi Selatan.

Kawasan wisata ini mungkin akan sedikit berbeda dari berbagai destinasi wisata yang ada di Indonesia. Salah satu keeksotisan dari kawasan wisata ini adalah adanya upacara pemakaman yang kental unsur mistis dan budaya.

Namun, hal ini pula yang menjadi salah satu daya pikat dan eksotisme dari kawasan ini sehingga banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara tertarik untuk berkunjung ke lokasi wisata tersebut. Bahkan di tiap tahunnya, kunjungan wisatawan yang datang ke destinasi wisata di Sulawesi ini mengalami banyak peningkatan.

Ada beberapa destinasi dan tujuan wisata Tana Toraja yang bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu liburan Anda bersama keluarga ataupun teman-teman kerja.

Kawasan Tana Toraja bisa ditempuh sekitar 8 jam melalui jalur darat dari kota Makassar dengan melewati daerah Pare-Pare dan Enrekang.

Setelah menempuh jalur yang cukup panjang dan melelahkan, Anda akan tiba di kawasan Tana Toraja dan Anda akan merasakan sensasi serta suasana seperti di masa lalu yang mana hal ini mungkin tidak akan jumpai di kawasan lainnya.

Kawasan ini telah menjadi salah satu tempat konservasi budaya khususnya untuk kebudayaan Proto Melayu Austronesia yang tetap terjaga hingga di era modern seperti saat ini. Dan, kawasan ini telah diajukan ke UNESCO sebagai salah situs warisan budaya dunia.

Keunikan dan keeksotisan dari kawasan wisata Tana Toraja adalah masyarakatnya yang sangat berpegang teguh pada adat istiadat serta budaya para leluhur.

Hal ini pula yang menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan untuk datang dan berkunjung menyelami secara lebih dalam tentang beragam budaya dan tradisi dari masyarakat Tana Toraja.

Salah satu tradisi dan budaya yang menjadi keunikan dari kawasan wisata ini adalah adanya upacara pemakaman Rambu Solo serta tradisi penggantian pakaian dari jenazah leluhur yang dikenal dengan istilah Ma’Nene. Tradisi penggantian pakaian jenazah leluhur ini berlangsung untuk tiga tahun sekali.

Masyarakat di kawasan ini percaya dan berpegang teguh pada adat istiadat serta budaya yang harus dipelihara dengan baik hingga sekarang karena jika hal ini tidak lakukan maka kehidupan mereka akan mendapatkan kesulitan.

Keunikan lain yang ada di kawasan ini adalah tata kehidupan masyarakat yang tetap menjaga kesederhanaan dalam kehidupan kesehariannya karena mereka meyakini bahwa kehidupannya saat ini adalah untuk mempersiapkan dan bekal nanti ketika kematian datang kepada mereka.

Ketika Anda berkunjung ke kawasan Tana Toraja, Anda pastinya tidak ingin melewatkan untuk berkunjung ke sejumlah situs budaya seperti pemakaman tradisional pada masyarakat Toraja yang berlokasi di atas bukit batu.

Di kawasan pemakaman ini Anda akan menemukan berbagai tengkorak dan kerangka manusia yang dikumpulkan di suatu tempat khusus.

Selain itu, ada juga beberapa peti mati yang diposisikan di sejumlah lokasi di bukit batu tersebut. Selain situs pemakaman yang berada di atas bukit batu, Anda juga bisa menemukan tempat pemakaman bayi yang belum tumbuh gigi.

Pemakaman untuk bayi tersebut adalah Kambira yang mana pemakaman tersebut ditempatkan di sebuah batang pohon. Anda juga bisa mengunjungi Taman Seratus Menhir, serta berbagai rumah adat Tongkonan yang memiliki design dan gaya unik.

Andapun sebaiknya tidak melewatkan adanya festival Toraja Lovely December sebagai bagian dari destinasi wisata Tana Toraja.

Leave a Comment